Muhammad Habil Gibran
2110322041
Kelainan Psikologis
Kelainan psikologis adalah bentuk ketimpangan atau sesuatu diluar normal dalam dunia psikis manusia, dimana hal ini biasanya disebut sebagai Abnormal atau Abnormalitas, apakah itu? Abnormal didefinisikan sebagai perilaku abnormal yang tidak sesederhana kelihatannya. Perilaku yang tidak biasa ini sebenarnya bukanlah perilaku yang normal. Pertimbangan psikolog dalam menentukan sebuah perilaku abnormal, antara lain
a. Definisi Statistik Abnormalitas
Salah satu cara untuk mendefinisikan normal dan abnormal adalah dengan menggunakan definisi statistik. Perilaku yang sering terjadi akan dianggap normal, dan perilaku yang jarang akan dianggap abnormal. Definisi semacam itu bekerja dengan baik dengan perilaku seperti berbicara dengan orang lain, karena dua kemungkinan yang lebih jarang adalah tidak berbicara dengan siapa pun sama sekali dan berbicara terlalu banyak kepada banyak orang yang keduanya akan dianggap tidak normal. Definisi statistik abnormalitas juga tidak akan berkerja untuk kecerdasan, karena hanya disabilitas intelektual atau keterbelakangan mental yang dianggap tidak diinginkan dan abnormal. Orang yang memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi " biasanya lebih dihormati.daripada "yang normal
b. penyimpanan norma sosial
ini dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan norma atau standar dalam masyarakat contohnya seorang individu yang melakukan penolakan aturan tidak mengizinkan ketelanjangan atau larangan perampokan dan aksi kriminalitas akan dianggap tidak normal, Tetapi penyimpangan (variasi) dari norma-norma sosial tidak selalu dipandang negatif karena terkadang ada tindakan penyimpangan norma sosial yang bertujuan untuk hal yang baik
d. ketidakmampuan beradaptasi
dimana disini, individu yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal dan tidak bisa menyesuaikan diri di suatu lingkungan adalah tanda kabnormalan, diiringin denga berbagai tuntutan yang ia alami, sehingga akan menimbulkan suatu perilaku merusak dan hanya demi kesenangan sementara
e. Perspektif sosiokultura
dimana, suatu budaya memiliki standar atau pandangan mengenai hal "normal" yang berbeda dengan budaya lainnya, indonesia adalah negara heterogen, penuh dengan keanekaragaman, salah satunya keragaman budaya, maka mereka memiliki ciri khas masing-masing yang belum tentu dipandang "wajar" oleh budaya lain, dalam dunia keabnormalan , ini terjadi saat suatu budaya berprilaku diluar batas normal oleh orang lain.
Lantas apa penyebab ketidaknormalan / abnormal dalam kelainan psikologis? para ilmuan meyakini bahwa ada 3 faktor penyebab keabnormalan yaitu karena faktor biologis, psikologis dan sosial budaya, namun sekarang ketiga faktor itu saling terhubung satu sama lain dan menciptakan berbagai macam abnormalitas dan gangguan.
Bentuk kelainan psikologis contohnya adalah Kecemasan berlebihan atau Anxiety Disorder, dimana bentuk anxiety ini bisa spesifik, maksudnya ketakutannya jelas kepada objek apa, terkadang ada suatu anxiety muncul tanpa sebab, anxiety yang jelas akan timbul ketika si individu menghadapi pemicu kecemasannya dan memberikan tekanan emosional yang hebat. Anxiety Disorder ada beberapa bentuk :
1. Fobia, yaitu ketakutan yang berlebihan, dimana si individu yang memiliki fobia terhadap suatu hal, ia akan berusaha menghindari hal tersebut, jika si individu menghadapinya, hal itu tersebut dapat menimbulkan tekanan mental, kecemasan berlebihan, hingga trauma.
2. Ketakutan dalam berbagai keadaan tertentu, dimana si individu bisa merasakan takut dan cemas yang luar biasa dalam beberapa kondisi, contohnya seseorang merasakan takut luar biasa saat berada di ruangan gelap, atau di keramaian, dan lain-lain
3. Panic Attack, yaitu serangan panik secara mendadak dan konstan dalam beberapa menit kepada si korban, saat panic attack terjadi, individu akan merasakan kecemasan luar biasa, jantung berdegup kencang, berkeringat dingin, hingga badan gemetaran atau tremor, biasanya panic attack dapat terjadi hingga 15 menit lamanya.
4. Stress akut, dimana si individu akan merasakan berbagai tekanan yang menimpa secara serentak, menyebabkan rasa tertekan, depresi lalu stress yang bisa semakin parah , stress juga dapat timbul dari pengalaman buruk dan traumatis.
Bentuk lain kelainan psikologis adalah somatoforms disorder, yaitu gangguan dengan gejala fisik yang menyerupai penyakit atau cedera yang tidak ada penyebab fisik yang diidentifikasi. Gangguan somatoform terjadi ketika seseorang memiliki gejala fisik yang menyerupai penyakit atau cedera (misalnya kelumpuhan, kebutaan, penyakit, atau nyeri kronis), yang tidak dapat diidentifikasi penyebab fisiknya.
Berikut bentuk lain kelainan psikologis :
- Dissociative Disorders merupakan gangguan dimana penderitanya memiliki dua atau lebih identitas yang berbeda. Terdapat 3 tipe dissociative disorders, yaitu :
a. Dissociative Amnesia
Dalam gangguan Dissociative Amnesia, penderitanya mengalami kesulitan dalam mengingat informasi yang bersifat pribadi yang diakibatkan oleh stress atau trauma tertentu. Gangguan ini lebih mengarah kegangguan psikologis dibandingkan gangguan fisik.
b. Dissociative Fugue
Fugue Disosiatif berasal dari bahasa latin yaitu fugue yang memiliki arti melarikan diri. Penderita gangguan ini ketika melakukan perjalanan biasanya tidak mampu mengingat kembali jalan yang ia tempuh ataupun sering kesulitan untuk mengingat kembali informasi-informasi sebelumnya bahkan bingung dengan identitas pribadinya.
c. Dissociative Identity Disorder
Gangguan identitas disosiatif ini merupakan sebuah gangguan disosiatif dramatis dimana penderita merasakan dua atau lebih identitas atau keadaan kepribadian yang terpisah dalam satu tubuh. Gangguan ini sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadiaan ganda
- Mood disorder, berkaitan dengan suasana hati, dimana penderita gangguan ini mengalami perubahan suasan hati ekstrem dalam waktu yang singkat.
- Schizophrenia Disorders yaitu gangguan yang berkaitan dengan emosi, tingkah laku dan kemampuan kognitif seseorang. Schizophrenia disorders ini mengganggu keyakinan dan persepsi individu dengan menimbulkan gejala yang tidak wajar akibat peningkatan dopamin di otak. Schizophrenia disorders ditandai dengan delusinasi, halusinasi, apatis, kelainan berpikir dan perpecahan antara pikiran dan emosi.
Lantas dalam mengatasi dan mengurangi dampak gangguan psikologis yang dialami suatu individu, para ahli harus menemukan suatu metode yang dapat mendeteksi berbagai gangguan mental, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) ialah metode pertama yang ditemukan oleh ahli pada tahun 1952 yang digunakan dalam membantu para psikolog untuk mendiagnosis atau menentukan gangguan psikologi.
Comments
Post a Comment