Muhammad Habil Gibran

2110322041


TEORI KERPIBADIAN MENURUT FREUD

Freud percaya bahwa ada lapisan kesadaran di dalam pikiran. Ia membaginya menjadi tiga struktur pikiran yaitu the preconscious, conscious, dan unconscious. Sehingga berdasarkan konsep ini ia menyimpulkan bahwa pikiran bawah sadar adalah faktor penentu kepribadian. Tak berhenti disana, ia kemudian membagi kepribadian menjadi tiga bagian yang masing-masingnya ada pada satu/lebih tingkat kesadaran. Inti dari teorinya adalah cara ketiga bagian kepribadian ini berkembang dan berinteraksi satu sama lain. Konsepnya tentang pikiran dan keribadian ini dianalogikan sebagai gunung es. Diantara tiga tingkatan tersebut ialah:

1) Id: bagian paling dasar dari kepribadian. Bagian ini sepenuhnya tidak sadar dan cenderung mencari kesenangan, serta mengandung semua dorongan biologis dasar seperti lapar dan sebagainya.

2) Ego: bagian kedua dari kepribadian yang berkembang. Bagian ini sebagian besarnya sadar dan jauh lebih rasional, logis, dan licik daripada id. Jika id melakukan semua hal yang dianggap senang, maka ego bekerja pada prinsip yang realitas.

3) Superego: bagian terakhir dari kepribadian. Bagian ini adalah pusat moral dari kepribadian. Superego adalah bagian dari kepribadian yang membuat seseorang mamp merasa bersalah atau cemas ketika melakukan kesalahan.


Perkembangan kepribadian

1) Tahap Lisan (18 bulan pertama)

Pada tahap ini zona sensitif seksual adalah mulut. Konflik yang biasa muncul di sini adalah over penyapihan.

2) Tahap Anal (18-36 bulan)

Pada tahap ini zona erotis bergerak dari mulut ke anus. Karena anak-anak mendapat banyak kesenangan dari menahan dan mengeluarkan kotoran. Oleh karena itu, tahap ini disebut tahap anal. Area utama konflik di sini adalah toilet training.

3) Tahap Pallik (3-6 tahun)

Pada tahap ini zona sensitif seksual bergeser ke alat kelamin. Anak-anak mulai menemukan perbedaan antara jenis kelamin dan sebagian besar juga terlibat dalam stimulasi diri yang normal pada alat kelamin.

4) Tahap Latensi (6 tahun hingga pubertas)

Pada akhir tahap fallik, anak-anak mulai mendorong perasaan seksual mereka terhadap lawan jenis ke alam bawah sadar dalam reaksi defensif lain. Maka, dari usia enam hingga permulaan pubertas ini, anak-anak akan tetap berada dalam tahap persembunyian ini. Sehingga karna itu tahap ini disebut sebagai tahap latensi. Pada tahap ini anak-anak tumbuh dan berkembang secara intelektual, fisik, dan sosial tetapi tidak secara seksual.

5) Tahap Genital (Pubertas)

Pada tahap ini, perasaan seksual yang dulunya tersembunyi tidak bisa lagi diabaikan. Tubuh berubah dan dorongan seksual diizinkan masuk ke dalam kesadaran. Akan tetapi, dorongan ini tidak akan lagi menjadikan orang tua sebagai objeknya. Sebaliknya, fokus keingintahuan dan ketertarikan seksual akan menjadi yang lain, seperti ketertarikan pada selebriti atau objek pemujaan lainnya.


KEPRIBADIAN DALAM PANDANGAN AHLI HUMANISTIK

Perspektif humanistik, yang dipimpin oleh psikolog seperti Carl Rogers dan Abraham Maslow, ingin agar psikologi fokus pada hal-hal yang membuat orang menjadi manusia yang unik, seperti emosi subjektif dan kebebasan untuk memilih nasibnya sendiri. Sebagaimana teori Maslow dibahas lebih lengkap dalam bab sembilan, dalam bab ini pembahasan pandangan humanistik tentang kepribadian akan difokuskan pada teori Carl Rogers. Tinjauan singkat tentang perspektif humanistik juga ditawarkan dalam video Teori Kepribadian Humanistik.

Baik Maslow dan Rogers (1961) percaya bahwa manusia selalu berusaha untuk memenuhi kapasitas dan kemampuan bawaan mereka dan untuk menjadi segala sesuatu yang memungkinkan potensi genetik mereka untuk menjadi. Perjuangan untuk pemenuhan ini disebut kecenderungan aktualisasi diri. Alat penting dalam aktualisasi diri manusia adalah pengembangan citra diri, atau konsep diri. Konsep diri didasarkan pada apa yang dikatakan oleh orang lain dan bagaimana perasaan diri tercermin dalam perkataan dan tindakan orang- orang penting dalam kehidupan seseorang, seperti orang tua, saudara kandung, rekan kerja, Teman, dan guru.

Teori sikap :

- Allport

Membagi sikap menjadi 3 :

1) Cardinal Traits, yang mendominasi bentuk tingkah laku individu. Trait ini menjadi pengendali terbesar karena sangat kuat. Beberapa contohnya, yaitu Machiavellian, Freudian, narsistik, individual, perfeksionis, dsb.

2) Central Traits, yang mana memiliki derajat tertentu pada tiap orang. Contohnya, yaitu kejujuran, keramahan, kesetiaan, dsb.

3) Secondary Traits, berada di urutan terakhir, jenis ini tidak terlalu tampak dan tidak sama konsisten dengan jenis lainnya. Jenis ini hanya berlangsung sementara dan hanya pada kondisi tertentu saja, sehingga tidak dapat menentukan kepribadian secara seluruhnya. Contohnya, yaitu amarah seseorang yang sebenarnya ramah.

- Cattell

membagi sikap menjadi 2 :

1) Surface Traits adalah aspek kepribadian yang dapat secara mudah dilihat oleh orang lain dari luar.

2) Source Traits adalah trait yang berada lebih mendasar lagi, atau berada di bawah Surface Traits.

- Big Five theory

membagi sikap menjadi 5 buah :

1) Openness -> dapat dideskripsikan sebagai keinginan seseorang untuk mencoba hal-hal baru dan keterbukaan mereka untuk mendapatkan pengalaman baru.

2) Conscientiousness -> merujuk pada pengorganisiran dan motivasi individu. Seseorang yang memiliki nilai tinggi pada dimensi ini adalah mereka yang berhati-hati tentang waktu kehadiran, serta barang-barang milik mereka.

3) Extraversion -> digunakan pertama kali oleh Carl Jung (1933) yang percaya bahwa seluruh orang dapat dibagi ke dalam dua tipe kepribadian: introvert dan ekstravert. Introvert adalah mereka yang lebih memilih hidup soliter/sendiri dan tidak suka untuk menjadi pusat perhatian, sedangkan ekstravert adalah mereka yang memilih untuk hidup berkelompok dengan orang lain, outgoing, dan lebih mudah bersosialisasi.

4) Agreeableness -> merujuk pada gaya emosi dasar seseorang. Orang-orang yang mendapatkan skor tinggi di dimensi ini adalah mereka yang easy-going, ramah, dan menyenangkan; sedangkan mereka yang mendapat skor rendah adalah mereka yang bersifat pemarah, mudah tersinggung, dan sulit untuk akur dengan orang lain.

5) Neuroticism -> merujuk pada kestabilan emosi. Orang-orang yang mendapatkan skor tinggi di dimensi ini adalah mereka yang khawatir dan cemas secara berlebihan, serta yang mudah berubah sikap menurut moodnya. Sedangkan mereka yang mendapat skor rendah adalah mereka yang lebih baik dalam mengatur emosi dan lebih tenang.

Comments

Popular posts from this blog