Muhammad Habil Gibran
2110322041
KELAS B
PSIKOLOGI SOSIAL
Apa itu psikologi sosial? menurut Secord dan Backman (1974) dikatakan bahwa
psikologi sosial ini ialah suatu ilmu yang akan membahas, dan mempelajari seseorang
menurut perspektif sosial dalam artian karena adanya pengaruh sosial (social
influence) . Psikologi Sosial adalah ilmu psikologi yang membahas mengenai proses mental manusia dan mengamati responnya dalam perilaku / tindakannya.
Psikologi Sosial adalah sebuah ilmu, bukan hanya sekedar hasil perkiraan semata, Psikologi sosial membutuhkan sebuah penelitian ilmiah agar hasil yang didapatkan akurat, tidak bisa menggunakan pemikiran kita saja, karena perspektif masing-masing orang berbeda dan bisa menimbulkan kekeliruan.
PERSPEKTIF DALAM PSIKOLOGI SOSIAL
- Perspektif Sosiokultural, yaitu manusia cenderung berprilaku dalam konteks sosial kekinian, artinya, suatu sifat atau perilaku sosial individu tidak bisa dilihat dari sisi individualis nya saja, tapi dari perilakunya dalam berkelompok
- Perspektif Evolusioner, dimana perspektif ini memandang perilaku sosial individu berasal dari sisi psikologis dan bertujuan untuk bereproduksi, bertahan hidup, dan meneruskan keturunan
- Perspektif Belajar Sosial, dimana perilaku sosial itu dipandang berasal dari pengalaman masa lalu atau dari suatu kejadian lampau
- Perspektif Fenomenologi, dimana perspektif ini cenderung fokus tentang realitas dunia
yang ada disekitar, hal ini dipengaruhi oleh adanya pengalaman atau interpretasi subjektif
- Perspektif Kognitif Sosial, dimana perilaku sosial Individu memiliki sebuah pilihan yang lebih fokus pada
peristiwa sosial dan diinterpretasikan lalu menyimpan pengalaman yang itu ke dalam kognitif individu.
PENGARUH SOSIAL DALAM MEMPENGARUHI PERILAKU SOSIAL
Suatu individu akan mendapatkan pengaruh sosial dari sisi manapun, seperti dari lingkungan tinggalnya, bagaimana ia diperlakukan, dan lain-lain, hal itu adalah contoh pengaruh sosial atau Social Influence dalam berprilaku sosial, bentuk pengaruh sosial ada beberapa :
- Conformity, yaitu kecendrungan suatu individu untuk merubah perilakunya secara spontan dan mengikuti apa yang orang lain lakukan, beberapa sebab nya adalah, kepercayaan kita bahwa orng lain lebih tahu dari pada kita atau sekedar ingin memenuhi rasa ingin tahu, contoh kecelakaan lalu lintas dan korban dikerubungi warga, maka beberapa orang yang lewat juga akan ikut mengerubungi karena ingin tahu apa yang terjadi
- Group Behavior, dimana suatu individu mengutamakan kepentingan dan keputusan bersama dari pada keputusan bersifat logis (Groupthink) , kecendrungan untuk mengambil keputusan ekstrim (Group Polarization) , Kecenderungan individu untuk bersifat optimis ketika ada orang lain disekitarnya (Group Facillitation) serta kecenderungan individu untuk bekerja sendiri (Social Loafing)
- Compliance, kecendrungan individu untuk mengikuti saran orang lain dan bertindak sesuai apa yang dikatakan orang lain, padahal mereka tidak ada hak dalam menyuruh si individu untuk berubah
- Obedience, yaitu kecenderungan individu untuk mengikuti saran orang lain yang memiliki kekuasaan atas dirinya.
UNSUR PSIKOLOGI SOSIAL
- Kognitif Sosial, yaitu bagaimana manusia berpikir, menelaah, menganalisa, mengolah dan mengamati suatu hal atau objek yang ada di sekitar mereka
- Interaksi sosial, yaitu bagaimana satu individu berinteraksi dan berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, atau bagaimana suatu kelompok berkomunikasi dengan kelompok lain
- Liking and loving, yaitu kecenderungan , keinginan atau bahkan kebutuhan suatu individu untuk berhubungan dan berinteraksi dengan individu lain. biasanya dari kebutuhan ini akan timbul rasa cinta, menurut stenberg ada 3 faktor pengaruhnya : Intimacy (ikatan secara emosional) , passion (gairah tubuh) serta committment (keputusan untuk berhubungan atau tidak)
- Agresi yaitu bagaimana suatu individu memandang, mengamati dan memperlakukan individu lain.
KOGNISI SOSIAL
Menurut Ciccarelli dan White (2015) , kognisi sosial ialah Sikap merupakan kecenderungan untuk merespon, baik positif atau negatif, terhadap orang, objek, gagasan, atau situasi tertentu yang berkembang melalui pengalaman individu hidup dan bekerja dengan orang lain.
Adapun komponen pembentuk sikap yaitu ABC Models :
1. Komponen afektif
Merupakan perasaan individu terhadapobjek, orang, atau situasi. Komponen ini merupakan komponen
emosional. Misalnya, beberapa orang mungkin sangat menyukai kelinci dan anjing karena mereka imut
2. Komponen behavior / perilaku
Komponen perilaku dari sikap merupakan tindakan yang dilakukan individu terkait dengan orang, objek, atau situasi. seperti membelai anjing, mencium kucing, dan lain-lain
3. Komponen kognisi
Komponen kognitif dari sikap merupakan cara individu berpikir tentang dirinya sendiri, suatu objek, atau situasi. Hal ini termasuk keyakinan dan gagasan tentang fokus dari sikap. contohnya, orang sangat suka kelinci akan berpikir bahwa kelinci adalah hewan paling imut dan lucu
PERUBAHAN SIKAP AKIBAT PERSUASI
Persuasi ialah bentuk tindakan, perilaku, atau upaya yang dilakukan suatu individu dengan tujuan mengubah pandangan, sikap, atau pun perilaku seseorang. ada beberapa komponen peenentu suatu persuasi berhasil :
1. Sumber, yaitu dari si orang yang melakukan persuasi harus terlihat meyakinkan dan memahami isi pesan yang disampaikan
2. isi pesan, yaitu pesan yang disampaikan harus terstruktur, dan dapat dipahami dengan mudah
3 target atau khalayak, yaitu orang dewasa atau remaja biasanya akan mudah dipersuasi daripada orang tua
4. medium, yaitu media penyampaian pesan'
PRASANGKA DAN DISKRIMINASI DALAM INTERAKSI SOSIAL
Prasangka terjadi ketika seseorang memiliki sikap stereotip atau penilaian yang tidak proporsional terhadap suatu kelompok. Ketika suatu kelompok diperlakukan berbeda dari yang lain karena prasangka, itu disebut diskriminasi. Prasangka adalah sikap dan Diskriminasi adalah perilaku yang dihasilkan dari prasangka.
Cara mengatasi prasangka ialah Kontak yang setara, yaitu ketika dua kelompok sosial diberi ujian atau tugas yang lemah terhadap yang lain, maka terjadi persamaan di antara kelompok-kelompok tersebut, sehingga kelompok-kelompok tersebut bekerja sama untuk mematahkan prasangka tersebut. Prasangka lain dapat diatasi melalui "kelas jigsaw" karena orang-orang di kelas perlu bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
CINTA SEBAGAI ATRAKSI INTERPERSONAL DALAM INTERAKSI SOSIAL
Rasa menyukai suatu individu dan menimbulkan keinginan untuk hidup bersama nya disebut sebagai rasa cinta. terdapat komponen pembentuk cinta :
1. Keintiman
Menurut Sternberg, keintiman yang merupakan keintiman psikologis, mengacu pada perasaan bahwa satu orang intim dengan orang lain, atau memiliki ikatan emosional dengan orang lain. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang memiliki hubungan persahabatan dan saling mengungkapkan apa yang kebanyakan orang tidak tahu.
2. Gairah
Gairah adalah aspek fisik dari cinta. Gairah mengacu pada kegembiraan emosional yang dirasakan oleh orang lain, seperti berpegangan tangan dan berpelukan.
3. Komitmen
Meliputi keputusan yang dibuat oleh seseorang tentang hubungan tersebut.
AGRESI DAN PROSOSIAL
- Agresi
Menurut Sigmund Freud (1930), agresi adalah gambaran dari ekspresi kuat insting kematian manusia. Freud percaya bahwa agresi tidak dapat dikesampingkan, dan agresi itu sendiri yang menyebabkan penyakit. Jika faktor biologis, seperti genetika dan sistem otak yang terlibat dalam agresi, juga mempengaruhi tingkat agresi.
Perilaku agresi bisa timbul dari menonton video kekerasan, pengaruh lingkungan yang tidak baik, serta frustasi
-Prososial
Perilaku prososial adalah perilaku yang diinginkan secara sosial yang menguntungkan orang lain (Ciccarelli, 2017). Perilaku prososial ini dapat berupa interaksi yang menyenangkan atau diinginkan yang dilakukan orang.
Comments
Post a Comment