Muhammad Habil Gibran
2110322041
COGNITION : THINKING, INTELLIGENCE, AND LANGUANGE
1. how people think?
berpikir adalah aktivitas mental yang berlangsung di otak suatu individu, dimana saat itu terjadi usaha otak dalam melakukan penggorganisasian, pemahaman, dan mengkomunikasikan informasi yang ada kepada orang lain. ketika kita berpikir, otak akan melakukan pembandingan informasi satu dengan informasi dua, lalu adanya pengambilan keputusan untuk menjadi solusi suatu perkara.
- Saat pengambilan keputusan, ada dua sistem yang bekerja pada otak, yaitu sistem 1yang bersifat cepat dan otomatis saat pengambilan keputusan, lalu sistem 2 yang relatif lambat, cermat, dan teliti dalam pengambilan keputusan. maka secara keseluruhan, proses pemikiran di otak kita terjadi karena adanya relasi antara 2 sistem itu. dalam pengambilan keputusan ada 3 metode yaitu :
- trial and error, yaitu penyelesaian suatu masalah dengan penggunaan solusi secara bertahap, dimana ketika kita lupa tentang suatu hal, maka otak akan berusaha untuk mengumpulkan informasi yang dapat membantu dan melakukan kombinasi nya satu demi satu hingga ditemukan lah informasi yang dilupakan. contohnya saat lupa kata sandi komputer, kita akan berusaha melakukan berbagai kombinasi angka dan abjad hingga menemukan kata sandi yang benar.
- Algoritma, yaitu penyelesaian masalah dengan mengikuti prosedur atau langkah-langkah, dengan metode ini, solusi yang ditemukan cenderung tepat. ketika kita menghadapi suatu masalah, otak akan berusaha untuk berpikir dan melihat apa saja langkah yang bisa kita tempuh secara bertahap demi mencapai solusinya. contohnya dalam menyelesaikan soal matematika, otak akan cenderung mengikuti step by step pemecahannya sesuai rumus yang diajari.
- Heuristik, yaitu penyelesaian masalah dengan "mempersempit" solusi, dimana heuristik ini lebih praktis atau penyelesaian jalan pintas dengan menggunakan tebakan. dimana saat kita ingin melakukan sesuatu namun terjadi masalah, maka otak akan mengumpulkan berbagai informasi yang membantu dan akhirnya mencapai solusi lebih cepat. contohnya jika anda sedang berjalan kerumah dan anda sudah terlanjur lelah, maka otak anda akan cenderung untuk mencari jalan lain dan menebaknya, manakah jalan yang lebih pendek jaraknya menuju rumah sehingga anda akan sampai lebih cepat.
- Ketika kita berpikir, ada suatu proses yang disebut "gambaran mental" yaitu suatu representasi mental yang mewakili objek yang pernah kita lihat, contohnya ketika dua orang ditanya "ada berapa jendela di rumahnya?" maka otak akan melakukan gambaran mental, yaitu individu membayangkan bagaimana jendela di rumahnya dan mulai menghitungnya. disini, sistem 1 dan sistem 2 akan saling terkoneksi dan membantu proses berpikir, tergantung kecendrungan individu itu untuk menggunakan sistem 1 atau sistem 2 saat berpikir.
Bagaimana kita bisa membayangkan suatu bentuk objek dalam kepala kita? misalnya kita bisa membayangkan bentuk rumah kita dalam otak dan mengetahui ciri-cirinya. hal ini terjadi karena ketika mata mendapatkan informasi lalu diterus kan ke lobus visual oksipital, informasi itu diolah dan akhirnya dikondolisasi sebagai memori jangka panjang, sehingga kita dapat membayangkan berbagai bentuk suatu objek yang pernah kita lihat, semakin besar objeknya, maka individu itu membutuhkan waktu yang semakin lama juga untuk membayangkannya secara keseluruhan.
- dalam berpikir juga diperlukan konsep, yaitu gagasan yang mewakili suatu peristiwa, atau pun kegiatan yang bisa digambarkan secara jelas dan ketat, atau pun samar-samar tergantung pengalaman pribadi individu itu.
- Namun, ada suatu kecenderungan otak dimana sata menghadapi suatu masalah, otak akan mencoba memakai informasi lain atau ide lain dalam memecahkannya, ini disebut kreativitas. yaitu suatu masalah tidak hanya mengacu pada satu penyelesaian saja, pasti ada cara lain dalam memecahkannya dengan mengkombinasikan informasi lain dan menemukan solusi baru.
otak dapat berpikir secara konvergen atau pun divergen, konvergen ialah berpikir dan mengacu pada satu jawaban saja , sedangkan divergen adalah berpikir yang mengacu kepada berbagai jawaban. seperti saat anda lupa membawa penggaris saat pelajaran matematika, maka otak anda akan berpikir secara divergen, yaitu sebuah buku yang fungsinya hanya untuk dibaca, ternyata ketika dibawa berpikir secara divergen, buku bisa dipakai untuk menggaris karena tepiannya yang lurus.
2. INTELLIGENCE
Apa itu kecerdasan? kecerdasan adalah suatu kemampuan otak dalam berbagai aspek, dan pastinya tiap individu memiliki kecerdasan tersendiri. berikut teori ahli mengenai kecerdasan :
- Teori Spearman, dimana ia mengkategorikan kecerdasan dalam dua tipe, yaitu kecerdasan dalam memecahkan masalah dan bernalar (faktor g) dan kecerdasan dalam melakukan suatu hal seperti dalam musik, olahraga, dan lain-lain (faktor s) . spearman menyimpulkan bahwa setiap orang yang sudah teridentifikasi keunggulannya, maka itu sudah menggambarkan keunggulan dirinya secara keseluruhan.
- Teori Gardner, dimana ia berkata bahwa akal, logika, dan pengethauan adalah aspek yang berbeda dalam membangun kecerdasan. gardner membagi kecerdasan kedalam 9 jenis, yaitu verbal, musik, logika matematika, visual, pergerakan, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensialis. teori gardner banyak menarik perhatian dunia pendidikan dan akhirnya sering digunakan, namun teori gardner cenderung berkata bahwa kecerdasan itu adalah sebuah kemampuan, namun para ahli lain memandang bahwa kecerdasan tidak selalu lebih dari sebuah kemampuan.
- Teori Stenberg, dimana ia membagi kecerdasan kedalam 3 macam, yaitu kecerdasan analitik (kelebihan dalam menganalisis dan memecahkan suatu masalah) , kecerdasan kreatif ( kelebihan dalam menemukan berbagai inovasi dan alternatif baru untuk memecahkan masalah) serta kecerdasan praktis ( kelebihan dalam mengetahui berbagai cara dan metode untuk menyelesaikan suatu masalah )
Lantas, bagaimana saja mengukur kecerdasan itu? ada beberapa cara yang dikembangkan ahli :
- Metode binet, dimana ia bersama simon berusaha untuk mencari tahu dan membedakan anak-anak yang bisa belajar secara cepat dan anak-anak yang membutuhkan pembelajaran lebih intensif. binet mengatakan bahwa bagaimana cepat atau lambat nya anak dalam menangkap pelajaran, tergantung perkembangan usia, dimana ada usia rata-rata anak yang mampu menjawab berbagai tingkat pertanyaan.
- Metode terman dengan mengadopsi rumus stern, dimana seorang peneliti di universitas stanford yaitu terman berusaha untuk mengembangkan rumus stern dan metode binet dalam mengukur kecerdasan anak. Rumus Stern (1912) adalah membagi usia mental (MA) dengan kronologi usia (CA) dikalikan dengan 100 untuk menghilangkan decimal. Skor yang dihasilkan disebut Intelligent Quotient (IQ)
- Metode Wechsler, dimana ia merasa tidak puas dengan metode terman yang membuat tes IQ itu untuk orang dewasa pada umumnya, sehingga wechsler berusaha membuat metode tes kecerdasan yang mencakup segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. maka dari itu, ada 3 skala yang ada dalam 3 versi tes wechsler, Skala Kecerdasan Dewasa Wechlser (WAIS-IV), Skala Kecerdasan untuk anak-anak (WISC-IV), dan Skala Kecerdasan pra sekolah dan skala utama (WPPSI III)
tes kecerdasan yang dikembangkan dapat membantu mengidentifikasi bagaimana perkembangan anak, kita bisa tahu apakah anak ini berkembang kecerdasannya secara normal sesuai umurnya atau pun tidak, dengan begitu kita bisa memberikan pembelajaran lebih intens kepada mereka yang telat perkembangannya. tidak hanya itu, tes kecerdasan juga membantu dalam mengidentifikasi bakat seseorang, dimana terman mengatakan, orang yang tinggi IQ nya cenderung memiliki bakat tertentu atau pun orang yang jenius.
tes kecerdasan juga mengetahui kecerdasan emosional seseorang, teori ini dikembangkan salovey dan geloman, mereka berkata bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan orang dalam mengontrol emosinya secara baik dan stabil di berbagai keadaan.
3. LANGUANGE
bahasa ialah sebuah media komunikasi manusia untuk dapat berinteraksi dengan manusia lain denga tujuan mendapatkan informasi dan mengindetifikasi diri dan suatu hal lain. dalam bahasa terdapat berbagai unsur, yaitu :
- grammar, yaitu tata penggunaan bahasa
- sintak /syntax, yaitu tata penyusunan kalimat agar terhindar dari kesalahpahaman penyusunan kalimat
- morfem, yaitu bagian terkecil dari suatu kata yang memiliki makna
- Fonem, yaitu tata pembacaan suatu kalimat, maka tiap bahasa memiliki pelafalan atau dialek mereka masing-masing
- Pragmatik, yaitu aturan dalam berbicara dan berkomunikasi
Bahasa sendiri ada relasinya dengan otak atau pikiran kita, dimana menurut Piaget, bahasa itu berasal dari nalar atau akal pikiran kita, bahasa bukanlah suatu hal yang diberikan oleh alam, namun meningkatnya kemampuan kognitif suatu individu karena terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
bahasa juga memiliki makna yang timbul secara otomatis dalam diri kita, dimana bahasa yang kita gunakan tidak hanya sekedar diucapkan untuk berkomunikasi, namun pikiran kita juga dapat merasakan maknanya, teori ini dikembangkan Vygotsky, contohnya kata "ibu" akan bermakna kelembutan dan kasih sayang
Comments
Post a Comment