Muhammad Habil Gibran

2110322041


1. DEFINITION OF LEARNING

Learning ialah sebuah perubahan karakter, perilaku, sifat atau pun tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman kita dan bersifat Permanen, dimana ia bersifat permanen karena otak akan mencatat segala aktivitas yang kita lakukan dan menciptakan perubahan secara bertahap dan permanen.

Learning juga merupakan proses manusia dalam belajar, pendapat para ahli mengenai belajar :

Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). 

Menurut Abraham Maslow : belajar adalah mengerti dan memahami siapa diri kita, bagaimana menjadi diri sendiri, apa potensi yang kita miliki, gaya apa yang anda miliki, apa langkah-langkah yang anda ambil, apa yang dirasakan, nilai-nilai apa yang kita miliki dan yakini, kearah mana perkembangan kita akan menuju.

Menurut B.F Skinner, belajar merupakan proses menemukan (insight –aha) dan memperoleh penyelesaian masalah (problem solving) dan guru berperan sebagai pendamping, teman diskusi serta fasilitator, yang memberikan alat belajar, memanipulasi situasi dan kondisi belajar shg siswa bisa belajar sendiri


2. CLASSICAL CONDITIONING

Merupakan suatu kejadian dimana tidak adanya respon yang muncul ketika adanya suatu stimulus, lalu diasosiasikan dengan stimulus kedua yang memunculkan respon dan akhirnya stimulus pertama bisa menyebabkan munculnya respon. Teori classical conditioning ini ditemukan oleh Pavlov melalui penelitiannya terhadap pencernaan anjing.

Elemen Classical Conditioning :

1. Unconditioned stimulus (UCS), stimulus yang menghasilkan respon tidak disadari. 
2. Unconditioned response (UCR), respon yang dikeluarkan saat menerima UCS,  Respon ini cenderung tidak dipelajari dan bersifat genetik dalam sistem saraf.
3. Conditioned stimulus (CS), stimulus yang jika diasosiasikan dengan UCS secara continue atau terus menerus akan memicu respon. 
4. Conditioned response (CR), respon yang diberikan saat terjadinya UCS, biasanya respon ini tidak sekuat unconditioned response, akan tetapi respon nya masih sama

Contoh classical conditioning dalam perilaku manusia adalah fobia, dependensi narkoba, dan lain-lain


3. OPERANT CONDITIONING

Yaitu penguatan perilaku operant yang bisa penguatan positif atau pun negatif yang bisa terus terulang atau menghilang dengan sendirinya dan sesuai keinginan kita, operant conditioning ini sudah lama digunakan oleh manusia selama ribuan tahun lamanya, namun bagaimana operant conditioning pada hewan?

Thorndike melakukan penelitian itu dengan menggunakan kucing untuk melihat kemampuan belajarnya. Tidak hanya Thorndike, Skinner juga melakukan penelitian yang sama namun menggunakan tikus sebagai objeknya. ia memasukkan tikus yang kelaparan ke dalam kotak dan melihat perilaku belajarnya dalam cara mendapatkan makanan, yaitu disediakannya makanan di dalam dispenser kecil dan tikus harus belajar cara mendapatkan makanan itu dengan menekan tombol yang ada di dekatnya, dan seiring waktu tikus akan mengalami penguatan perilaku operant,

4. COGNITIVE LEARNING THEORY

Pada zaman aliran behaviourisme, para tokoh tertarik untuk mengamati perilaku manusia karena bisa diukur dan dapat diamati, namun beberapa tokoh mulai tertarik untuk mempelajari kognisi dan peristiwa mental dan akhirnya mendominasi psikologi eksprerimen dan berkembangnya teori belajar kognitif, tokoh yang terkenal :

a. Penelitian Tolman dengan labirin tikus, dimana ia meletakkan 3 kelompok tikus pada suatu labirin, kelompok 1 diberikan makanan, kelompok 2 tidak diberikan makanan, dan kelompok 3 adalah variabel kontrol, dan kelompok 2 berhasil memecahkan labirin tersebut padahal mereka tidak diberikan penguatan makanan



b. Penelitian kohler terhadap simpanse, ia meletakkan pisang di luar kandang seekor simpanse, dan pisang itu berada di luar jangkauan tangannya, maka simpanse itu terus mengalami perkembangan kognitif dan akhirnya ia menggunakan tongkat dan ia berhasil meraih pisang tersebut. 

c. Seligmen dan teori ketidakberdayaan, dimana ia menggunakan 2 anjing yang sudah dilatih melompat dan yang belum, mereka diletakkan di sebuah kotak dengan adanya pagar rendah di dalam kotak itu sehingga kotak terbagi menjadi dua bagian, ketika mereka diberikan suara mengejutkan, anjing yang tidak dilatih spontan berlari melompati pagar ke bagian kotak lain, padahal di pagar itu ada sengatan listrik.

sedangkan anjing yang sudah dilatih hanya duduk pasrah karena ia bisa terluka jika ada sengatan listrik di pagar itu, menurut seligmen, teori ketidakberdayaan ini adalah bentuk depresi dimana seseorang akan belajar dari pengalaman sebelumnya dan tidak akan mencoba untuk mengalaminya lagi.

5. OBSERVATIONAL LEARNING

Observational learning adalah pembelajaran perilaku baru melalui menonton tindakan, perilaku, atau pun kegiatan orang lain (model)  yang melakukan perilaku itu. Kadang-kadang perilaku itu diinginkan, kadang-kadang tidak

UNSUR OBSERVATIONAL LEARNING :

a. attention, diperlukannya perhatian objek terhadap perilaku model
b. memory, diperlukannya ingatan untuk mempelajari setiap tindakan model
c. desire, diperlukannya keinginan dan motivasi untuk dapat mempelajari model
d. imitation, diperlukannya tindakan meniru model agar dapat terjadinya observational learning.

Comments

Popular posts from this blog