Muhammad Habil Gibran

2110322041

1. MEMORI

Apa itu memori? memori ialah semacam informasi yang didapatkan dari panca indera kita lalu otak akan mengolah informasi tersebut menjadi suatu "organisasi" dan ditempatkan di suatu penyimpanan di otak. lantas, bagaimana proses memori terbentuk?

Ada 3 proses memori :

- Encoding, yaitu proses untuk mengubah informasi yang diperoleh oleh panca indera menjadi bentuk yang dapat diolah dan digunakan otak. contohnya ketika kita mendengar tepukan tangan, gendang telinga akan menangkap stimulus yang datang lalu saraf pendengaran akan mengubah nya menjadi pesan saraf dan menyampaikannya ke otak agar dapat diproses. 

- Penyimpanan, yaitu informasi yang telah diolah akan disimpan dalam suatu area di otak dan akan selalu tersimpan dalam jangka waktu yang panjang atau pendek, tergantung bagaimana memorinya.

- Pengambilan, yaitu proses otak untuk mengambil memori agar memperoleh suatu informasi di masa lalu yang dibutuhkan di masa sekarang, contohnya mungkin kita merasa pernah ke taman bermain, maka agar kita dapat memperoleh informasi terkait itu, otak akan mengambil memori yang ada sehingga kita ingat. 


Terkait bagaimana memori bisa bertahan, para ahli menyatakan bahwa hal itu tergantung bagaimana si individu mendalami makna memori yang didapatkan, jika ia memiliki pemahaman makna yang sangat kuat tentang memori itu, maka memori itu akan bertahan dalam jangka panjang bahkan permanen, sebaliknya jika si individu tidak memahami memori tersebut maka memori itu hanya bertahan dalam waktu singkat lalu bisa menghilang.

2. MODEL PEMROSESAN INFORMASI : TIGA SISTEM MEMORI

Terdapat teori yang menjelaskan proses informasi diolah, yang mencakup bagaimana memori dan prses berpikir lainnya bekerja, proses encoding yang terjadi agar otak dapat mengolah informasi yang didapatkan, serta pengambilan data memori sesuai kebutuhan. menurut ahli, ada 3 jenis sistem memori, yaitu :

- Memori Sensorik, yaitu penyimpanan memori yang sangat singkat oleh panca indera kita, dimana ketika indera mendapatkan stimulus secara mentah, maka sebelum diteruskan, stimulus atau informasi tersebut akan disimpan oleh memori sensorik secara singkat, ibaratnya sebuah pintu yang dibuka dalam waktu yang sangat pendek, hanya beberapa benda yang bisa kita lihat di dalammnya. 

Ada 2 jenis memori sensorik yaitu Iconic (Visual) dan Echoic (Auditori)

- ICONIC, yaitu memori sensori visual yang dapat disimpan dalam waktu yang sangat pendek, contohnya ketika mata kita melihat orang yang tidak memakai pakaian, maka kita akan reflek mengalihkan pandangan kita, namun kita masih bisa melihat bagaimana orang itu tidak memakai baju, ingatan itu hanya terjadi sepersekian detik saja lalu kita akan lupa, itu lah yang disebut memori sensorik iconic. George Sperling adalah ahli yang melakukan penelitian terhadap hal ini. 

- ECHOIC, yaitu memori sensori auditori yang disimpan dalam waktu yang sangat pendek, contohnya, ketika kita fokus mendengarkan guru menjelaskan materi di kelas, lalu teman kita memanggil dan mengatakan sesuatu, lalu setelah 2-3 detik kemudian kita menoleh ke teman kita dan sadar bahwa teman kita sedang bertanya, ini terjadi karena otak kita tidak bisa mengolah dua informasi yang didapatkan secara bersamaan, maka  memori sensori auditori kita akan menyimpan informasi secara sementara dalam waktu singkat, lalu otak akan mengolahnya. Kapasitas Echoic jauh lebih kecil dari kapasitas Iconic.

- Memori jangka pendek, yaitu memori yang digunakan untuk memperoleh informasi  dengan waktu penggunaan yang sangat singkat, contohnya ketika kita ulangan di sekolah, kita akan berusaha menghafal materi yang keluar, ketika ulangan selesai, maka lama kelamaan kita akan melupakan materi yang dihafal karena kita tidak menggunakan memori itu lagi.

- Memori jangka panjang, yaitu memori yang digunakan untuk memperoleh informasi dengan waktu penggunaan yang panjang atau disimpan di otak secara permanen, seperti kenangan dan pengalaman yang kita ingat adalah contoh memori jangka panjang.


3. NEUROSCIENCE OF MEMORY

Beberapa penelitian telah menawarkan bukti bahwa memori bukan hanya satu perubahan fisik tetapi banyak: perubahan jumlah situs reseptor, perubahan sensitivitas sinaps melalui stimulasi berulang (disebut potensiasi jangka panjang), dan perubahan dendrit dan khususnya dalam protein dalam neuron (Alkon, 1989, Kandel & Schwartz, 1982 Squire & Kandel, 1999). Para ahli mengatakan bahwa adanya suatu area saraf di otak yang bertanggung jawab atas penyimpanan dan pengolahan memori. 

Terdapat suatu fenomena dimana seorang anak inisial HM berumur 16 tahun menderita epilepsi kronik, maka dokter melakukan operasi pengangkatan hipokampus dan sebagian lobus temporal di otaknya agar kejang nya bisa berkurang, namun setelah operasi, HM tidak mengingat beberapa ingatan nya, karena hipokampus adalah area encoding terjadi, sehingga proses pengolahan informasi dan memori di otaknya terganggu. HM tidak bisa mengingat beberapa hal dan mengalami AMNESIA.

Amnesia adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengingat beberapa memori atau ingatan yang ia miliki, amnesia umumnya disebabkan oleh geger otak, benturan keras, trauma, atau pun penuaan otak. Amnesia terjadi ketika area hipokampus yang berperan dalam pembentukan dan pengolahan ingatan mengalami kerusakan. Amnesia ada 2 jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu Amnesia karena cedera otak dan Amnesia karena trauma dan faktor internal dalam tubuh. 

Lantas bagaimana dengan Alzheimer? Alzheimer adalah sejenis "lupa ingatan" layaknya Amnesia, namun dalam kondisi yang lebih parah, ini terjadi karena otak mulai mengalami penuaan dan beberapa kerusakan di area memori, sehingga terjadi pengerutan dan pengecilan ukuran otak. Alzheimer biasanya terjadi pada lansia.





Comments

Popular posts from this blog