MUHAMMAD HABIL GIBRAN

2110322041

KELAS B


Pengaruh Darwin dan tumbuhnya tes mental


Pengaruh Darwin :

Mempengaruhi psikologi terapan : psikologi hewan, psikologi perkembangan dll.

Merangsang minat tentang perbedaan individu dan menunjukkan bahwa mempelajari prilaku sama pentingnya dengan mempelajari pikiran.

mempengaruhi buku sosiobiologi karya Edward Wilson.


Tumbuhnya Tes Mental berasal dari beberapa pemikiran yaitu :

PEMIKIRAN HERBERT SPENCER

Pandangan Spencer tentang evolusi yang terjadi tidak hanya pada hewan tetapi juga pada pikiran dan masyarakat manusia. Gagasan ini berlaku untuk system saraf manusia yang melalui evolusi menjadi sangat terdiferensiasi dan kompleks. Hal ini semakin meningkatkan jumlah asosiasi yang dibuat dan meningkatkan kecerdasan. Sistem syaraf yang kompleks memungkinkan kita memnuat rekaman peristiwa neurofisiologis (dan mental) yang akurat di lingkungan kita

PEMIKIRAN GALTON

Menurut galton,kecerdasan berhubungan dengan ketajaman sensorik,dimana kecerdasan berbanding lurus dengan kecerdasaran

Ia menulis didalam bukunya”herditary genius” yang memiliki inti bahwasannya keluarga ternama memiliki kecerdasan yang lebih unggul daripada masyarakat umum.

PEMIKIRAN BINET-SIMON

Pada waktu itu di Prancis, sedang dicoba mengukur kecerdasan dengan pendekatan yang berbeda. Alfred Binet (1857-1911) memperjuangkan pengujian ini namun lebih menekankan pada tradisi rasionalis daripada tradisi empiris.

Tahun 1904, Binet beserta Simon membuat tes untuk membedakan antara anak normal secara intelektual dan anak yang dibawah normal. Langkahnya yaitu pertama dengan mengisolasi kelompok anak yang normal dan di bawah normal, kedua dilakukan pengujian-pengujian terhadap kedua kelompok dengan cara yang berbeda, dan berharap menemukan suatu kesimpulan menemukan suatu pengukuran yang jelas dapat membedakan anggota kelompok satu dengan kelompok lainnya

PEMIKIRAN GODDART

Pada tahun 1910, Goddard ke pulau Ellis oleh komisioner imigrasi untuk membantu meningkatkan akurasi pengujian terhadap para imigran. Keyakinan yang suram dan menyedihkan telah berkembang di seputar kelemahan mental serta imigrasi diawal tahun I900-an .

Diyakini bahwa para penderita lemah otak adalah orang orang yang berakhlak rendah yang menjadi sumber dari banyak atau bahkan sebagian besar masalah sosial; bahwa mereka beranak pinak dengan jumlah yang mengkhwatirkan dan mengancam kesehatan biologis seluruh bangsa dan bahwa jumlah mereka semakin banyak dengan datangnya para migran“baru” yang tidak dikehendaki dari negara-negara Eropa selatan dan timur yang telah jauh melebihi para migran “lama” dari Eropa utara dan barat.

PEMIKIRAN TERMAN

Studi Terman mengenai kejeniusan

Di zaman Terman, secara luas diyakini bahwa anak-anak yang sangat cerdas adalah abnormal lebih dari sekedar statistik. Satu ungkapan umum yang menggambarkan anak-anak seperti itu adalah "matang lebih awal, pembusukan dini", yang menunjukkan bahwa jika kemampuan mental berkembang terlalu cepat pada usia dini, tidak cukup untuk tahun-tahun berikutnya. 

Untuk mempelajari secara objektif pengalaman anak-anak cerdas selama bertahun-tahun, Terman menjalankan salah satu studi paling terkenal dalam sejarah psikologi. Dengan mengidentifikasi anak-anak yang sangat cerdas dan mengamati mereka dalam jangka waktu yang lama, Terman dapat mengevaluasi keyakinannya bahwa anak-anak dengan IQ tinggi lebih sukses dalam hidup daripada anak-anak dengan IQ rendah.


PENGUKURAN IQ OLEH STERN

Intelligence Quotient (IQ)

Pada tahun 1911 William Stern memperkenalkan sebuah istilah yang dinamakan mental age. Menurut Stern usia mental seorang anak dapat ditentukan oleh penampilannyaa pada tes Binet-Simon. Stern juga menyarankan usia mental dibagi dengan usia kronologis menghasilkan IQ.

Contohnya seorang anak yang berusia 7 tahun lulus dari semua tes yang biasanya dilewati oleh anak yang berusia 7 tahun, maka kecerdasannya akan menjadi 7/7 atau 1,00. Jika anak tersebut hanya lulus tes yang biasanya dilewati oleh anak berusia 5 tahun maka kecerdasannya akan menjadi 5/7 atau 0,71. Pada tahun 1916 Lewis Terman menyarankan dikalikan dengan 100 untuk menghilangkan  desimal.



Comments

Popular posts from this blog