Muhammad Habil Gibran

2110322041

 Kelas B


PSIKOLOGI GESTALT

Pokok bahasan psikologi gestalt adalah bahwasannya persepsi iyu adalah sebuah unit atau suatu kebulatan. Psikologi gestalt diawali dengan pengalaman Wertheimer, berkaitan dengan masalah persepsi,terjadi di stasiun kereta api dan wertheimer menyebutnya dengan phi phenimena. 

Dalam pengalaman tersebut  sinar yang tidak bergerak dipersepsi sebagai sinar yang bergerak (Garret, 1958). Walaupun secara objektif sinar itu tidak bergerak. Dengan demikian maka dalam  persepsi itu ada peran aktif  dalam diri perseptor. Ini  berarti bahwa dalam individu  mempersepsi sesuatu tidak hanya bergantung pada stimulus objektif saja, tetapi ada aktivitas individu untuk menentukan hasil persepsinya

kemudian, apa yang semula terbatas pada persepsi berkembang  dan berpengaruh pada aspek-aspek lain, antara lain dalam psikologi belajar.


TOKOH PENCETUS

1. Max Wertheimer

Ia melakukan eksperimen dengan alat stroboskop, yaitu alat yang berbentuk kotak dan diberi suatu alat untuk dapat melihat ke dalam kotak itu. Di dalam kotak terdapat dua buah garis yang satu melintang dan yang satu tegak. Kedua gambar tersebut diperlihatkan secara bergantian, dimulai dari garis yang melintang kemudian garis yang tegak, dan diperlihatkan secara terus menerus. Kesan yang muncul adalah garis tersebut bergerak dari tegak ke melintang. Gerakan ini merupakan gerakan yang semu karena sesungguhnya garis tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secara bergantian,ia dianggap sebagai penderi gestalt setelah melakukan eksperimen ini

2. Kurt Koffka

Kontribusinya dalam psikologi adalah penyajian sistematis serta pengamalan prinsip Gestalt dalam rangkaian gejala Psikologi seperti persepsi,belajar,mengingat dan akhirnya sampai kepada psikologi belajar dan psikologi sosial. prinsip teori belajar koffka ini berdasarkan pandangan bahwa belajar dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip Gestalt.

3. Wolfgang Kohler

Menurut Kohler,saat organisme dihadapkan dengan suatu permasalahan akan menyebabkan ketidakseimbangan kognitif,hal ini akan terus berlanjut sampai organisme menemukan titik terang atau jalan keluar dari permasalahan tersebut. Ketidakseimbangan kognitif ini akan mendorong oranisme untuk mencari keseimbangan.


PERCEPTUAL CONSTANCIES AND GESTALTEN

Perceptual constancies ( tidak menjadi bingung dengan hipotesis ketetapan ) mengacu pada cara kita menanggapi objek seolah-olah mereka sama, meskipun rangsangan aktual yang diterima indra kita mungkin sangat bervariasi.

Para empiris menjelaskan perceptual constancies debagai hasil dari pembelajaran, sedangkan para gestaltist, misalnya Kohler menegaskan bahwa constancies adalah cerminan langsung dari aktivitas otak yang tidak dihasilkan dari sensasi plus pembelajaran.

Perceptual Gestalten adalah hubungan antara gambar-latar, para ahli gestalt membuat hubungan antara gambar dan latar menjadi komponen utama dari teoritis mereka.


PRINSIP GESTALT

Continuity

Proximity

Similarity

Closure

Simplicity

Figure / Ground


Teori kognitif dari psikologi gestalt ini terdiri dari beberapa teori lagi yang di dalamnya terimplikasi belajar dan pembelajaran. Salah satunya yaitu teori Wawasan kognitif, yaitu relative positive (psikologi wawasan). Tekanan dalam pembelajarannya “Membantu siswa mereka-reka struktur life spaces mereka, meletakkan wawasan baru kedalam situasi siswa”. Teori ini digunakan Lewin dalam sistem pembelajarannya

Teori medan (field theory) merupakan salah satu teori yang termasuk rumpun Cognitive-Gestalt-Field. Teori ini sama dengan Gestalt menekankan keseluruhan dan kesatupaduan. Sebagai langkah awal, penting sekali mengenali pondasi yang mengkonstruksi teori ini


Comments

Popular posts from this blog