Nama : Muhammad Habil Gibran

NIM : 2110322041

Kelas : B

 Empirisme, Sensasionalisme, dan Positivisme

    Setelah masa Rene Descartes, para ahli filosofi empirisme, rasionalisme, dan romantisisme menjadi pusat perhatian mengenai pemikiran dan teori mereka. 

1. Empirisme Inggris (British Empirism)

Empirisme adalah filsafat yang menekankan bahwa pengalaman adalah hal penting dalam mencapai pengetahuan. Empirisme merupakan epistemologi yang menegaskan bahwa bukti indera adalah data primer pengetahuan, bahwa pengetahuan itu tidak akan ada kecuali bukti itu telah ada. Proses intelektual harus menggunakan bukti itu untuk membentuk suatu proposisi yang valid tentang dunia 

(D.N Robinson, halaman 205)

Tokoh-tokoh yang terkenal mengenai empirisme inggris : 

  • Thomas Hobbes (1588 - 1679)
Pemikirannya yakni : Manusia adalah mesin, dimana alam semesta hanya terdiri dari materi dan gerak, keduanya dapat dipahami dalam kerangka prinsip mekanistik manusia. Manusia dipandang sebagai mesin yang berfungsi di alam semesta. Kesadaran hanyalah fenomena yang timbul dari gerak otak, dan pengetahuan muncul dari sensasi.

Government and human instinct, dimana bentuk government atau pemerintah terbaik adalah monarki absolut, karena manusia memiliki sifat alami agresif, egois serta serakah, maka demokrasi terlalu berbahaya karena memberikan banyak kekuasaan kepada manusia. Tanpa pengetahuan itu, kehidupan manusia itu akan menyendiri, miskin, jahat, brutal, dan pendek. ( Hobbes , 1651/1962, hlm 100)

Empirisme Hobbes, dimana baginya, sesuatu yang disebut sebagai pikiran, tidak lebih itu hanya jumlah total aktivitas berpikir seseorang, serangkaian gerakan dalam individu. Proses imajinasi, yaitu ingatan sebagai gerakan di dalam tubuh, dan yang memperlakukan asosiasi sebagai urutan peristiwa asli. Hobbes berpendapat bahwa manusia berperilaku dalam jangka panjang dengan memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit.
  • John Locke (1632 - 1704)
Sebagian besar empirisme inggris mengikuti pemikiran Locke dalam menerima dualisme tubuh pikiran, yaitu mereka menolak Hobbes's physical monism atau materialisme.

Locke berpendapat bahwa manusia itu ibarat sebuah kertas putih dan kosong, dan akan terisi tergantung ransangan stimulus yang diterima sensorik tubuh, maka dari itu masa kanak-kanak harus diperhatikan, anak harus dibesarkan dengan pendidikan dini. Selain dari itu, ada dua lagi yang harus diperhatikan yaitu sensasi dan refleksi, dimana ide dihasilkan baik oleh stimulasi sensorik langsung atau pun dari refleksi pada sisa-sisa sensorik sebelumnya.
  • George Berkeley (1685 - 1753)
ia adalah tokoh yang mengkritik pemikiran Hobbes, dimana Berkeley berkata bahwa manusia bukan hanya sekedar mesin yang digerakkan oleh emosi dan perasaan, manusia itu adalah mahluk yang kompleks. Berkeley juga berkata bahwa bila kita memahami manusia sebagai sebuah mesin, maka kita akan semakin jauh dari tuhan, Berkeley akhirnya mengedepankan hal ketuhanan dan menjadi skeptis. 

Dari tuhan, manusia diberikan kemampuan untuk mempersepsikan sesuatu dan akhirnya hal itu menjadi nyata, tanpa persepsi, tidak ada yang nyata, sehingga kita dapat memahami hal sekitar kita secara akurat. dengan kata lain, pemikiran Berkeley bertolak belakang dengan Hobbes dan berbeda dengan Locke. 
  • David Hume (1711 - 1776)
inti pemikiran Hume adalah mengenai asal pengetahuan, yaitu dari pengalaman sensorik manusia dan diamati melalui observasi dan menarik kesimpulan.
  • John Stuart Mill (1806 - 1873)
  • Alexander Bain (1818 - 1905)
Bain memiliki pemikiran sama dengan ahli lain, namun dia menambahkan penjelasan mengenai " Voluntary Behavior" dimana itu berbeda dengan refleks manusia. Jikalau refleks adalah gerakan ransangan tubuh seperti kelilipan debu, memegang sesuatu yang panas, dan itu timbul karena reaksi tubuh dan dikontrol oleh sistem saraf tulang belakang, maka Voluntary Behavior dapat dikatakan sama namun berbeda.

Bain berkata bahwa Voluntary Behavior adalah respon manusia terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar mereka, dan muncul secara spontan dan bersifat sukarela (Volunteer), reaksi ini tidak akan timbul kecuali ada nya motivasi. Contoh seseorang terjatuh, maka tubuh spontan menolong dan membantu korban yang jatuh. Bain menekankan perbedaan refleks dan spontan pada tubuh manusia.

2. Sensasionalisme Prancis (French Sensationalism)

Sensasionalisme menitikberatkan asal ilmu dari sensasi manusia, sedangkan Empirisme menekankan asal ilmu dari panca indera manusia dan aktifitas sensorik tubuh. tokoh-tokoh sensasionalisme : 
  • Pierre Gassendi (1592 - 1655)
ia berkata bahwa manusia adalah mahluk yang kompleks seperti mesin, mirip pendapat Hobbes, untuk memahami manusia, pahami lah ia seperti kita memahami hal-hal di alam semesta ini.
  • Julien De La Mettrie (1709 - 1751)
La Mettrie mendukung paham Hobbes dan menyimpulkan bahwa manusia adalah mesin , dan tidak mempercayai dualisme serta hubungan antara tubuh dan pikiran. Baginya, ilmu itu datang karena pengalaman manusia, sehingga ia menganggap bahwa mempercayai tuhan adalah kesalahan besar. 
  • Claude - Adrien Helvetius (1715 - 1771)
Helvetius berkata bahwa segala sesuatu yang ada di pikiran manusia berasal dari pengalaman. Keterampilan sosial, perilaku moralm kejeniusan, itu semua berasal dari kontrol pengalaman kita dan dari pendidikan. Maka, pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menyakitkan.

3. Positivisme

Positivisme adalah filosofi dimana orang percaya bahwa tujuan pengetahuan adalah menggambarkan apa yang orang alami dan dari pengalaman mereka. Sains mempelajari apa yang didapat manusia. Mereka percaya bahwa pengetahuan di dapat melalui metode ilmiah. Tokoh terkenal dari paham ini adalah Auguste Comte (1798 - 1857)

Comments

Popular posts from this blog