SENSATION AND PERCEPTION
Nama : Muhammad Habil Gibran
NIM : 2110322041
Kelas : B
A. SENSASI
Sensasi adalah aktivitas reseptor di berbagai organ indera. Sensasi terjadi karena adanya reseptor sensorik yaitu bentuk khusus dari neuron. Organ indera pada manusia adalah :
- Mata
- Telinga
- Hidung
- Kulit
- Lidah
Ambang sensorik adalah perbedaan terkecil antara dua ransangan yang dapat di deteksi 50 persen setiap saat. sedangkan Ambang absolut adalah jumlah energi terkecil yang dibutuhkan seseorang secara sadar mendeteksi stimulus 50 persen dari waktu kehadirannya.
1. Sensasi dan persepsi bawah sadar ( Subliminal Sensation and Subliminal Sensation)
- Ransangan bawah sadar : ransangan yang terdapat di bawah tingkat kesadaran, cukup kuat untuk aktifkan sensorik reseptor, namun tidak cukup kuat bagi orang untuk sadar akan sensasi itu.
- Subliminal atau sublimin berasal dari kata "Limin" artinya ambang, maka sublimin berarti dibawah ambang batas
- Persepsi bawah sadar : proses mengapa ransangan bawah sadar bertindak atas pikiran bawah sadar, mempengaruhi perilaku.
2. Pembiasaan dan sensorik adaptasi
- Pembiasaan : kecenderungan otak untuk tetap memperhatikan informasi yang konstan dan tidak berubah.
- adaptasi sensorik : kecenderungan sel reseptor sensorik menjadi kurang responsif terhadap stimulus yang tidak berubah
- Saccades : Gerakan konstan mata ( berbentuk getaran kecil) untuk mencegah adaptasi sensorik terhadap ransangan visual
3. Aspek Psikologis terhadap cahaya
- Kecerahan ditentukan oleh amplitudo gelombang, seberapa tinggi atau seberapa rendah gelombang sebenarnya. semakin tinggi gelombang, semakin terang cahaya, jika semakin rendah, semakin redup cahaya
- Warna atau rona ditentukan oleh panjang gelombang yang ditemukan di ujung merah spektrum tampak atau spektrum cahaya yang terlihat oleh mata manusia, sedangkan panjang gelombang lebih pendek ditemukan di ujung biru spektrum.
- Saturasi : mengacu pada kemurnian warna yang dilihat orang.
4. Sifat Psikologis dari suara
- Wavelength : ditafsirkan sebagai frekuensi atau nada (tinggi, sedang, rendah)
- Amplitudo : ditafsirkan sebagai volume ( seberapa lembut atau keras suara)
- Kemurnian : ditafsirkan sebagai timbre
- Hertz (Hz) : siklus atau gelombang per detik.
5. Organ Panca Indera
--MATA--
Struktur Mata
- Kornea : Selaput bening yang menutupi permukaan mata, melindungi mata dan merupakan struktur yang memfokuskan sebagian besar cahaya yang masuk ke mata
- Kerotomi Radial : Teknik perbaikan penglihatan dengan membuat sayatan kecil di kornea untuk mengubah fokus mata.
- Aqueous Humor : Lapisan visual berupa cairan bening dan berair guna memasok nutrisi ke mata.
- Pupil : Lubang di area tengah mata, tempat cahaya masuk ke dalam mata.
- Iris : otot bundar dan bewarna yang mengelilingi pupil. Guna iris adalah mengatur pupil dalam menerima cahaya ke mata.
- Lensa : Struktur di belakang iris, tersusun dari jaringan otot, gunanya adalah meneruskan cahaya dari kornea. Perubahan ketebalan lensa saat mata fokus pada objek yang jauh atau dekat disebut Visual Accommodation.
- Vitreous Humor : Cairan seperti jeli yang memberikan nutrisi pada mata dan memberikan bentuk pada mata
- Retina : Tempat perhentian cahaya di mata. terdapat 3 lapisan : Sel Ganglion, Sel Bipolar, dan Fotoreseptor yang merespon berbagai gelombang cahaya.
- Batang mata : reseptor sensorik visual yang ditemukan di bagian belakang retina, berguna dalam sensitivitas non-warna terhadap tingkat cahaya yang rendah
- Kerucut mata : reseptor sensorik visual yang ditemukan di bagian belakang retina, berguna dalam penglihatan warna dan ketajaman penglihatan
- Bintik buta : area retina tempat akson dari tiga lapisan sel retina yang keluar dari mata, membentuk saraf optik. Sifatnya tidak peka terhadap cahaya
Cara mata bekerja :
- Adaptasi gelap : Pemulihan Sensitivitas mata terhadap ransangan visual dalam kegelapan setelah terpapar cahaya
- Adaptasi cahaya : pemulihan sensitivitas mata terhadao ransangan visual dalam cahaya setelah terpapar kegelapan.
Proses penglihatan warna :
- Teori Trikromatik : teori penglihatan warna yang mengusulkan tiga jenis kerucut : merah, biru, dan hijau
- Afterimages : gambar yang terbentuk ketika sensasi visual bertahan untuk waktu yang singkat bahkan setelah stimulus dihilangkan
- Opponent - Process Theory : teori penglihatan warn ayang mengusulkan empat warna primer dengan kerucut yang disusun berpasangan : merah dan hijau, biru dan kuning,
- Lateral Geniculate Nucleus (LGN) pada talamus
Buta warna
- Buta warna monokrom : buta warna yang terjadi pada mata karena tidak berfungsinya sel kerucut mata
- Buta warna merah-hijau : terjadi karena sel kerucut merah dan hijau mata tidak berfungsi
--TELINGA--
Struktur Telinga :
- Saluran pendengaran : terowongan pendek yang membentang dari pinna ke gendang telinga ( Mambran timpani)
- Gendang telinga : bagian tipis yang menutupi lubang di bagian tengah telinga dengan rapat, ketika gelombang suara mengenai gendang telinga, maka akan menimbulkan getaran pada tiga tulang kecil di telinga tengah, yaitu Martil, Landasan, dan Sanggurdi
- Koklea : struktur telinga bagian dalam berbentuk siput berisikan cairan
- Organ Corti : terletak di mambran basiliar, mengandung sel reseptor untuk indera pendengaran
- Saraf pendengaran : bundelan akson dari sel-sel rambut di telinga bagian dalam, gunanya menerima pesan saraf dari organ corti
Teori Pitch
- Pitch : pengalaman psikologis suara yang sesuai dengan frekuensi gelombang suara, frekuensi yang lebih tinggi dianggap sebagai nada yang lebih tinggi
- Places Theory : teori nada yang menyatakan bahwa nada yang berbeda dialami oleh stimulasi sel-sel rambut di lokasi yang berbeda pada organ corti
- Teori Frekuensi : teori nada yang menyatakan bahwa nada terkait dengan kecepatan getaran di mambran basiliar
- Volley Principle : teori pitch yang menyatakan bahwa frekuensi diatas 100 Hz menyebabkan sel-sel rambut "Fire in a volley pattern"
Gangguan Pendengaran
- Pendengaran konduksi, disebabkan oleh : gendang telinga rusak (akibatnya tercegahnya gelombang suara dibawa ke telinga tengah dengan benar) dan kerusakan pada tulang telinga tengah ( suara tidak bisa disalurkan dari gendang telinga ke koklea)
- Gangguan pendengaran saraf, dapat terjadi akibat kerusakan telinga bagian dalam, atau kerusakan pada jalur pendengaran dan korteks daerah otak
Upaya dalam pemulihan pendengaran
- Implan Koklea : penanaman alat seperti mikrofon di bagian belakang telinga untuk menangkap suara di lingkungan sekitar, dengan mengatur suara yang diambil dan mengubah sinyal menjadi impuls listrik, lalu dikumpulkan oleh susunan elektroda di koklea dan dikirim ke otak
--LIDAH--
Alat pengecap rasa pada manusia / Kuncup Pengecap karena adanya sel reseptor rasa di area mulut. Sensasi rasa yang ditimbulkan adalah manis, asin, pahit, dan asam.
--HIDUNG--
Alat penciuman dan pendeteksi bau pada manusia. bagian yang menerima informasi dari sel reseptor adalah olfactory bulbs yang terletak di atas sinus dan dibawah lobus frontal. terdapat 1000 reseptor penciuman
--KULIT--
pada kulit, terdapat sensasi Somesthetic, dimana somesthetic berasal dari kata soma "tubuh" dan estetika "perasaan" , terdapat indera somesthetic yang terdiri dari indera kulit, indera kinestetik, dan indra vestibular.
B. PERSEPSI
Metode dimana sensasi yang dialami pada saat tertentu ditafsirkan dan diatur dalam beberapa cara yang bermakna.
Size Constancy - kecenderungan untuk menafsirkan suatu objek seperti biasa menjadi ukuran sebenarnya yang sama, terlepas dari jaraknya.
Shape Constancy - kecenderungan untuk menafsirkan bentuk suatu objek sebagai konstan, bahkan ketika perubahan bentuk pada retina.
Brightness Constancy - kecenderungan untuk merasakan kecerahan yang tampak dari suatu objek sebagai sama bahkan ketika kondisi cahaya berubah
1. Prinsip Gestalt mengenai persepsi
- Figur-Ground : kecenderungan untuk melihat objek, atau figur
- Similarity : kecenderungan untuk melihat hal-hal yang terlihat mirip satu sama lain sebagai bagian dari kelompok yang sama
- Proximity : kecenderungan untuk melihat objek yang dekat satu sama lain sebagai bagian dari pengelompokan yang sama
- Closure : kecenderungan untuk melengkapi angka-angka yang tidak lengkap
- Continuity : Kecenderungan untuk melihat hal-hal sesederhana mungkin dengan pola yang berkesinambungan dengan pola yang kompleks dan terputus-putus
- Contiguity : Kecenderungan untuk melihat dua hal yang terjadi berdekatan dalam waktu sebagai hal yang berhubungan
C. MEMANDANG DUNIA DALAM TIGA DIMENSI
1. Persepsi kedalaman: kemampuan untuk melihat dunia dalam tiga dimensi. studi mengenai persepso kedalaman : Visual Cliff Experiment
2. Monocular Cues : isyarat untuk memahami kedalaman berdasarkan satu mata saja, terbagi dalam 7 bagian :
- Perspektif linear : kecenderungan garis paralel untuk tampak menyatu satu sama lain.
- ukuran relatif : persepsi yang terjadi ketika objek yang mkseseorang memiliki ukuran tertentu .
- Interposisi : asumsi bahwa objek yang tampaknya menghalangi bagian dari objek lain berada di depan objek kedua dan lebih dekat ke penampit
- Perspektif udara : kekaburan yang mengelilingi objek yang lebih jauh dari pengamat, menyebabkan jarak dianggap lebih besar
- gradien tekstur : kecenderungan permukaan tampak lebih besar dan halus karena jarak dari pengamat meningkat
- Motion Parallax : persepsi gerak benda-benda dimana benda dekat tampak bergerak lebih cepat dari pada benda yang lebih jauh.
- Akomodasi : perubahan ketebalan lensa mata sebagai respon melihat benda lebih dekat atau jauh
3. Binocular Cues : isyarat untuk memahami kedalaman berdasarkan kedua mata, terbagi dua :
- Konvergensi : rotasi kedua mata di rongganya untuk fokus pada satu objek, hasilkan konvergensi yang lebih besar untuk objek yang lebih dekat dan konvergensi lebih kecil untuk objek yang lebih jauh
- Disparitas Binokular : perbedaan bayangan antara kedua mata, yang besar untuk objek dekat dan kecil untuk objek jauh.
D. ILUSI VISUAL
1. Ilusi Perseptual
- Ilusi Muller-Lyer : ilusi yang terdistorsi oleh sudut belok ke dalam atau ke luar pada ujung garis , menyebabkan garis dengan panjang yang sama tampak berbeda
- Moon Illusion : ilusi dimana bulan di cakrawala tampak lebih besar daripada bulan di langit
- Illusion of motion : terjadi karena efek autokinetik yaitu cahaya stationer kecil dalam gelap ruangan akan tampak bergerak dan melayang, dan efek stroboskopik yaitu ilusi dimana serangkaian gambar yang diam tampak bergerak
E. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
- Perangkat persepsi : kecenderungan untuk melihat sesuatu dengan cara tertentu karena suatu pengalaman
- Top-Down Processing : pengetahuan untuk mengatur fitur individu menjadi satu kesatuan yang utuh
- Bottom-Up Processing : analisis fitur yang lebih kecil untuk membangun persepsi yang lengkap.
F. MENERAPKAN PSIKOLOGI
- Extrasensory Perception (ESP) : klaim persepsi yang terjadi tanpa menggunakan saluran sensorik normal seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa atau bau
- Telepati ; kemampuan membaca pikiran orang lain
- Clairvoyance : kemampuan untuk melihat hal-hal yang tidak sebenarnya
- Prekognisi : kemampuan untuk mengetahui sesuatu sebelum kejadiannya atau memprediksi masa depan
- Parapsikologi : studi tentang ESP, hantu, dan subjek lain yang biasanya bukan objek psikologi biasa.
Comments
Post a Comment